Kuliah Umum di UMSU Medan, Kapolri Ajak Mahasiswa Kuasai AI dan Perkuat Literasi Tangkal Kejahatan Siber

SOROTPOS.COM, MEDAN — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mendorong ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) tahun akademik 2026 untuk adaptif dan tangguh menghadapi pesatnya disrupsi teknologi serta kecerdasan buatan (artificial intelligence / AI).

Pesan strategis tersebut disampaikan Kapolri saat memberikan kuliah umum dalam agenda Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UMSU yang mengusung tema besar “Satu Klik, Sejuta Dampak” di Auditorium Kampus Utama UMSU, Jalan Kapten Mukhtar Basri, Medan.

Di hadapan ribuan sivitas akademika, Jenderal Listyo Sigit menekankan bahwa mahasiswa era sekarang memegang peran ganda. Mereka dituntut tidak hanya piawai mengadopsi teknologi digital demi kepentingan akademik, namun juga harus memegang teguh integritas moral, etika, dan nilai-nilai kebangsaan agar tidak tergilas dampak negatif arus informasi.

Kuasai Teknologi secara Bijak dan Waspada Ancaman Siber

Kapolri mengingatkan bahwa satu tindakan sederhana di ruang digital—seperti mengklik tautan, membagikan konten, atau mengunggah data—memiliki konsekuensi nyata yang berlipat ganda bagi diri sendiri maupun tatanan sosial kemasyarakatan. Oleh sebab itu, literasi digital yang kokoh menjadi tameng wajib bagi setiap insan akademisi.

Jenderal Listyo Sigit menyoroti kian kompleksnya bentuk kejahatan siber (cybercrime) saat ini, mulai dari maraknya penyebaran hoaks, kampanye disinformasi, manipulasi visual berbasis deepfake, kebocoran data pribadi, hingga jeratan penipuan finansial digital. Mahasiswa diimbau cerdas menyaring setiap informasi sebelum membagikannya ke ruang publik.

Kapolri mengajak generasi muda Muhammadiyah tidak sekadar menjadi konsumen pasif dari produk teknologi buatan luar, melainkan berani berinovasi, berkreasi, dan melahirkan solusi aplikatif yang mampu memberdayakan ekonomi serta menjawab persoalan konkret masyarakat.

Garda Terdepan Kamtibmas Menuju Indonesia Emas 2045

Selain penguasaan sains dan teknologi, kepemimpinan Polri menaruh harapan besar agar generasi muda menjadi motor penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Di tengah keberagaman latar belakang bangsa, mahasiswa diharapkan menjadi pilar perekat persatuan nasional serta penangkal paham radikalisme dan polarisasi sosial.

Nilai-nilai luhur Tridarma Perguruan Tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat—dinilai harus terus dihidupkan sebagai kompas pergerakan intelektual mahasiswa. Sikap kritis, analitis, dan solutif adalah karakter utama agen perubahan (agent of change) yang dibutuhkan bangsa dalam mengawal pembangunan berkelanjutan.

Menutup arahannya, Kapolri menegaskan bahwa generasi mahasiswa hari ini adalah pemegang tongkat estafet kepemimpinan nasional tepat pada satu abad kemerdekaan Indonesia.

“Tahun 2045 merupakan panggung pembuktian bagi kalian dalam memimpin Indonesia,” tegas Listyo Sigit, membakar semangat ribuan mahasiswa baru yang memadati auditorium.

Melalui bekal keilmuan yang dipadukan dengan kecakapan digital dan integritas akhlak, lulusan UMSU diharapkan mampu tampil di garis depan membawa Indonesia menjadi negara maju yang berdaulat, adil, dan disegani di kancah pergaulan dunia.(Red/Sorotpos)

Comment