Rilis Survei Kepuasan Publik Prabowo-Gibran Periode Agustus: Stabilitas Politik Terjaga, Tekanan Ekonomi Jadi Catatan Kritis

SOROTPOS.COM, JAKARTA — Lembaga riset Poltracking Indonesia bersama Media Survei Nasional (Median) resmi merilis hasil survei nasional tatap muka terkait evaluasi kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk periode Agustus 2026. Hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan publik (public approval rating) berada di angka 55,1 persen hingga 56,2 persen.

Meskipun angka tersebut mencerminkan dukungan mayoritas masyarakat yang masih solid, temuan ini memperlihatkan tren koreksi dan normalisasi persepsi publik jika dibandingkan dengan periode awal masa jabatan.

Apresiasi Sektor Pertahanan dan Hubungan Luar Negeri

Tingginya angka kepuasan publik terutama ditopang oleh kinerja di bidang pertahanan, stabilitas politik nasional, serta ketegasan diplomasi internasional. Kepemimpinan Presiden Prabowo dinilai berhasil menjaga kedaulatan wilayah serta memperkuat posisi tawar Indonesia di kancah geopolitik global.

Selain itu, program bantuan sosial serta akselerasi pembangunan infrastruktur strategis dan pertahanan pangan mendapatkan respons positif dari responden di berbagai wilayah klaster survei di 38 provinsi.

Keberlanjutan konsolidasi politik antara pemerintah pusat dengan berbagai elemen masyarakat dan organisasi kemasyarakatan besar dinilai publik sebagai modal penting dalam menjamin stabilitas keamanan dan iklim investasi dalam negeri.

Tantangan Daya Beli dan Stabilitas Harga Pangan

Di balik capaian positif tersebut, survei periode Agustus ini menyoroti sejumlah catatan kritis yang menjadi pemicu penurunan kepuasan. Sektor ekonomi riil—khususnya stabilitas harga kebutuhan bahan pokok, keterjangkauan lapangan kerja, dan penanganan inflasi di tingkat konsumen—menjadi aspek dengan tingkat kepuasan paling rendah.

Fluktuasi harga komoditas pangan seperti beras, minyak goreng, dan bumbu dapur di pasar tradisional selama masa kemarau panjang dinilai membebani daya beli masyarakat kelas menengah dan rentan miskin.

Selain itu, evaluasi terhadap pelaksanaan teknis program prioritas nasional, termasuk kesiapan distribusi rantai pasok lokal dan transparansi anggaran, menjadi sorotan tajam publik yang menginginkan perbaikan konkret di lapangan.

Dorongan Evaluasi Kinerja Kementerian Teknis

Temuan survei ini juga menyoroti persepsi masyarakat terhadap performa menteri-menteri dalam kabinet. Kepuasan publik terhadap kinerja jajaran menteri tercatat berada di kisaran 47 persen, menandakan adanya kesenjangan (gap) antara figur kepemimpinan presiden dengan eksekusi teknis kementerian di lapangan.

Kondisi ini memicu desakan publik agar pemerintah memperketat pengawasan birokrasi, melakukan sinkronisasi lintas sektor, dan menindak tegas oknum pejabat yang menghambat pelayanan publik maupun integritas tata kelola anggaran.

Hasil survei periode Agustus ini menjadi sinyal peringatan penting bagi Kabinet Merah Putih. Memasuki kuartal akhir tahun, kunci untuk mendongkrak kembali kepercayaan masyarakat berada pada intervensi harga pangan, penguatan daya beli riil, serta percepatan eksekusi program pro-rakyat tanpa birokrasi yang berbelit.(Red/Sorotpos)

Comment