SURABAYA, sorotpos.com – Paparan informasi yang konstan di era digital sering kali menjadi pisau bermata dua bagi masyarakat modern. Di satu sisi teknologi mempermudah komunikasi, namun di sisi lain ia melahirkan fenomena FOMO (Fear of Missing Out) atau ketakutan akan tertinggal dari tren dan aktivitas orang lain.
Akibatnya, banyak orang merasa cemas saat melihat unggahan liburan, pencapaian karier, atau gaya hidup mewah orang lain di media sosial. Untuk melawan kecemasan digital ini, kini muncul gerakan psikologis tandingan yang mulai populer, yaitu JOMO (Joy of Missing Out) atau seni menikmati momen kesendirian tanpa rasa bersalah.
JOMO mengajarkan kita untuk merasa puas dengan apa yang ada saat ini, tanpa perlu membandingkan diri dengan potongan-potongan kehidupan orang lain di dunia maya. Menolak ajakan berkumpul yang melelahkan atau memilih tidak tahu tren terbaru demi kesehatan mental bukanlah sebuah kemunduran, melainkan tanda kematangan emosional.
Berikut adalah beberapa cara praktis menerapkan konsep JOMO demi meraih kedamaian pikiran di tengah riuhnya era digital:
1. Mulai Melakukan Detoks Digital Berkala
Langkah paling mendasar untuk mengaktifkan JOMO adalah dengan membatasi durasi penggunaan ponsel pintar Anda harian. Cobalah untuk menjadwalkan waktu tanpa layar (screen-free time), misalnya dua jam sebelum tidur malam atau saat akhir pekan.
Gunakan fitur pembatas waktu aplikasi yang ada di ponsel untuk memutus siklus perayapan tak berujung (doomscrolling) pada lini masa media sosial Anda.
2. Berani Berkata “Tidak” Tanpa Rasa Bersalah
Banyak orang terjebak dalam agenda sosial yang sebenarnya tidak mereka nikmati hanya karena merasa tidak enak untuk menolak. Menerapkan JOMO berarti Anda menghargai kapasitas energi dan waktu Anda sendiri.
Belajarlah berkata tidak pada ajakan nongkrong atau proyek tambahan yang sekiranya akan menguras kesehatan mental Anda. Gunakan waktu tersebut untuk beristirahat secara berkualitas di rumah.
3. Alihkan Fokus pada Aktivitas Fisik yang Nyata
Saat Anda berhasil memotong waktu layar, Anda akan menyadari bahwa ada banyak waktu luang berharga yang tercipta. Alihkan energi tersebut untuk melakukan hobi lama yang sempat tertunda di dunia nyata.
Anda bisa mulai membaca buku fisik, memasak makanan sehat, merawat tanaman harian, atau sekadar berjalan kaki di taman sekitar rumah tanpa sibuk mendokumentasikannya untuk konten media sosial.
4. Latih Pikiran dengan Teknik Mindfulness
JOMO akan terasa sangat mudah jika Anda hidup di momen sekarang (present moment). Saat sedang minum kopi pagi, nikmati aroma dan rasanya tanpa sibuk memeriksa notifikasi gawai.
Saat berkumpul dengan orang terdekat, simpan ponsel Anda di dalam tas dan nikmati percakapan mendalam secara tatap muka.
Menolak hiruk-pikuk digital bukan berarti Anda mengisolasi diri secara anti-sosial. JOMO adalah bentuk kendali penuh atas perhatian dan kebahagiaan hidup Anda sendiri, sehingga Anda bisa hidup lebih tenang, fokus, dan bermakna. (Red/sorotpos)


Comment