Tren Frugal Living ala Gen Z: Tetap Estetik Walau Hemat

SURABAYA, sorotpos.com – Di tengah dinamika ekonomi dan meningkatnya biaya hidup, sebuah tren gaya hidup baru kian digandrungi oleh masyarakat modern, khususnya generasi muda. Gaya hidup tersebut dikenal dengan istilah frugal living atau hidup hemat secara berkesadaran.

Berbeda dengan pandangan keliru masyarakat awam yang sering menyamakan frugal living dengan sikap pelit atau tersiksa, konsep ini sebenarnya mengajarkan seseorang untuk mengalokasikan dana secara cerdas demi mencapai tujuan finansial jangka panjang tanpa harus kehilangan kebahagiaan harian.

Frugal living berfokus pada pemangkasan biaya untuk hal-hal yang tidak esensial dan mengalokasikannya pada hal yang memiliki nilai guna tinggi.

Bagi Anda yang ingin mulai menerapkan konsep finansial ini, berikut adalah beberapa tips praktis menerapkan frugal living yang tetap membuat Anda tampil estetik dan produktif:

1. Menerapkan Konsep Capsule Wardrobe

Banyak orang menghabiskan jutaan rupiah setiap bulan hanya untuk mengikuti tren fesyen yang cepat berganti.

Pelaku frugal living menyiasatinya dengan metode capsule wardrobe, yaitu mengoleksi pakaian dengan jumlah minimalis (sekitar 15-30 potong baju) namun memiliki warna netral yang mudah dipadupadankan (mix and match).

Dengan cara ini, Anda tidak akan kehabisan gaya untuk tampil modis di kantor sekaligus menghemat anggaran belanja pakaian harian.

2. Membawa Bekal Makan Siang Kreatif (Meal Prepping)

Membeli kopi susu kekinian dan makan siang di restoran setiap hari kerja merupakan salah satu pos kebocoran finansial terbesar atau dikenal dengan latte factor.

Mempraktikkan meal prepping—yaitu merencanakan dan memasak bekal makanan sendiri untuk satu minggu pada hari libur—bisa menghemat pengeluaran konsumsi hingga 50 persen.

Menu bekal buatan sendiri juga jauh lebih higienis dan mendukung pola hidup sehat.

3. Memanfaatkan Langganan Komunitas (Sharing Economy)

Alih-alih membeli barang yang jarang digunakan seperti alat pertukaran pertamanan, kamera, atau buku, pelaku hidup hemat lebih memilih menyewa atau menggunakan paket berbagi keluarga (family plan) untuk layanan digital resmi.

Ini adalah langkah cerdas untuk menikmati fasilitas premium tanpa harus menanggung biaya penuh yang berat sendirian.

4. Fokus pada Investasi Pengalaman, Bukan Barang Lux

Filosofi terdalam dari frugal living adalah kesadaran bahwa kebahagiaan tidak diukur dari barang mewah yang menempel di tubuh. Generasi modern yang menganut paham ini lebih memilih menabung uangnya untuk investasi masa depan, seperti membeli reksa dana, menyiapkan dana darurat, atau membeli pengalaman berharga seperti kelas pelatihan keahlian baru dan traveling hemat yang berkesan.

Menjalankan frugal living di era digital membutuhkan komitmen dan kendali diri yang kuat dari godaan iklan media sosial. Namun, ketenangan pikiran karena bebas dari utang konsumtif dan kepastian masa depan finansial yang mapan adalah hadiah terbaik yang tidak bisa dibeli dengan kemewahan semu. (Red/sorotpos)

Comment