Polda Jatim Terjunkan Tim Labfor Ungkap Fakta Ilmiah Keracunan Ratusan Siswa di Sidoarjo

SURABAYA,Sorotpos.com – Aparat kepolisian bergerak cepat mengungkap penyebab pasti insiden keracunan massal yang menimpa ratusan pelajar dan santri di Kabupaten Sidoarjo. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri resmi diterjunkan guna menguji kandungan sampel menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menjadi sumber kontaminasi beracun.

Langkah pengujian forensik ini ditempuh demi mendapatkan pembuktian secara ilmiah (scientific investigation) mengenai kandungan berbahaya, zat kimia, maupun cemaran mikroba yang memicu gangguan kesehatan mendadak pada ratusan korban.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan keterlibatan langsung tim ahli forensik dalam proses penanganan perkara dugaan keracunan makanan yang terjadi pada Selasa (1/9/2026) tersebut.

“Benar, berdasarkan informasi resmi, Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri telah turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan teknis terkait peristiwa dugaan keracunan makanan yang menimpa pelajar di Sidoarjo,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast saat dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (2/9/2026).

Jules menekankan bahwa uji laboratorium forensik ini merupakan bagian krusial dari prosedur hukum guna membuktikan penyebab medis dan toksikologis secara akurat. Penyelidikan ilmiah ini penting agar kepolisian tidak berspekulasi serta memiliki dasar yang kuat dalam menentukan apakah terdapat unsur kelalaian, kesalahan prosedur pengolahan, atau faktor lain di balik katering penyedia makanan.

“Pemeriksaan Labfor tersebut merupakan bagian utama dari proses untuk mengetahui secara ilmiah penyebab pasti peristiwa itu,” jelas perwira menengah kepolisian tersebut.

Hingga saat ini, sampel hidangan MBG yang diamankan dari lokasi kejadian masih menjalani tahapan analisis toksikologi dan mikrobiologi di laboratorium. Sementara itu, rangkaian penyelidikan di lapangan, termasuk pemeriksaan saksi-saksi dan pihak pengelola dapur penyedia makanan, dikoordinasikan secara penuh oleh Polresta Sidoarjo.

“Terkait hasil resminya, tentu kami semua masih menunggu proses pengujian Labfor selesai. Perkembangan penanganan perkaranya terus berjalan di bawah penanganan jajaran penyidik Polresta Sidoarjo,” tandas Jules.

Insiden keracunan massal ini sebelumnya menggemparkan kawasan Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Ratusan anak mendadak mengeluhkan gejala mual, muntah, hingga diare selang beberapa saat setelah menyantap paket makanan yang dibagikan melalui program MBG.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo mencatat dampak insiden ini tergolong masif. Total korban yang terdata mencapai 567 santri dan pelajar yang tersebar di 19 lembaga pendidikan di wilayah Tanggulangin.

Hingga Rabu (2/9/2026), fasilitas layanan kesehatan di Sidoarjo masih disiagakan untuk penanganan medis lanjutan. Sebanyak 88 korban di antaranya dilaporkan masih harus menjalani perawatan intensif di beberapa rumah sakit rujukan akibat kondisi dehidrasi dan penurunan kondisi fisik.

Penyelidikan mendalam dari Labfor Polri dan Polresta Sidoarjo ini diharapkan dapat segera memberikan kejelasan bagi para orang tua siswa, dinas terkait, serta menjadi dasar evaluasi menyeluruh atas mekanisme pengawasan keamanan pangan dalam program distribusi makanan di sekolah.(Red/sorotpos)

Comment