SURABAYA,Sorotpos.com – Prestasi membanggakan di tingkat nasional kembali ditorehkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Pada peringatan Hari Habitat Sedunia dan Hari Kota Sedunia, Pemkot Surabaya berhasil memborong tiga penghargaan bergengsi sekaligus dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kemen-PKP) Republik Indonesia.
Rangkaian apresiasi berskala nasional tersebut diserahkan langsung kepada jajaran pimpinan daerah di Jakarta, sebagai bentuk pengakuan atas komitmen berkelanjutan Kota Pahlawan dalam menata kawasan perkotaan yang inklusif, layak huni, dan berketahanan iklim.
Apresiasi Tata Kelola Permukiman dan Penataan Kawasan Kumuh
Tiga kategori penghargaan yang diraih Pemkot Surabaya mencakup keberhasilan dalam pengelolaan infrastruktur sanitasi permukiman, percepatan penanganan kawasan kumuh terpadu, serta inovasi tata ruang kota yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat rentan.
Wali Kota Surabaya menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif antara jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), keterlibatan aktif masyarakat, dan kolaborasi sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial lingkungan.
Intervensi terpadu seperti perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu), pembangunan jaringan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal di perkampungan padat, serta penyediaan fasilitas air bersih perpipaan dinilai tim juri kementerian berjalan sangat efektif di Surabaya.
“Penghargaan ini bukan sekadar pengakuan seremonial, melainkan motivasi bagi seluruh jajaran pemkot untuk terus menjaga konsistensi perbaikan kualitas lingkungan hidup warga hingga ke tingkat rukun tetangga,” ungkap Wali Kota dalam keterangan resminya.
Program Terintegrasi Jadi Tolok Ukur Nasional
Perwakilan dewan penilai dari Kemendagri dan Kemen-PKP menyoroti skema integrasi program yang diterapkan Surabaya. Kota Pahlawan dinilai tidak hanya membenahi infrastruktur fisik, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi warga sekitar melalui revitalisasi kawasan permukiman terpadu.
Langkah ini terlihat pada keberhasilan penataan kampung-kampung tematik yang disinergikan dengan ruang terbuka hijau, pembentukan sentra ekonomi mikro, serta pengelolaan persampahan berbasis pemilahan dari sumbernya. Sinergi lintas sektor tersebut menjadikan Surabaya sebagai salah satu model percontohan pembangunan permukiman berkelanjutan bagi kabupaten/kota lain di Indonesia.
Fokus Perluasan Akses Hunian Layak di Masa Depan
Meski meraih pengakuan di tingkat pusat, Pemkot Surabaya berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program perbaikan kawasan hunian. Salah satu fokus utama ke depan adalah penambahan kapasitas hunian vertikal terjangkau (Rusunawa) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) serta peningkatan ketahanan drainase perkotaan guna mencegah genangan saat musim hujan.
Pemkot memastikan seluruh masukan dan evaluasi dari kementerian teknis akan dijadikan landasan dalam menyusun rencana kerja pembangunan jangka menengah di bidang permukiman dan tata ruang kota.(Red/sorotpos)


Comment