Update Hari Ketujuh Gempa M 7,7 NTT: Korban Jiwa Capai 53 Orang, TNI Gempur Pendistribusian Logistik ke Wilayah Terisolir

KUPANG, sorotpos.com – Penanganan darurat bencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini resmi memasuki hari ketujuh, Minggu (23/8/2026). Berdasarkan pembaruan data terbaru dari posko utama tanggap darurat, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan telah meningkat dan mencapai 53 orang. Guna mempercepat penanganan di lapangan, Tentara Nasional Indonesia (TNI) secara masif meningkatkan skala pengerahan kekuatan dengan menerjunkan ribuan personel tambahan serta puluhan armada alutsista udara dan laut.

Langkah agresif militer tersebut difokuskan untuk mempercepat proses distribusi bantuan logistik yang saat ini menumpuk di posko utama kota kabupaten. Tercatat ada sekitar 638 ton total bantuan logistik, termasuk obat-obatan, tenda darurat, dan makanan siap saji, yang harus segera dikirimkan ke titik-titik pengungsian. Distribusi difokuskan ke wilayah-wilayah yang saat ini masih terisolir akibat akses jalan darat yang terputus total oleh longsoran batu pascagempa.

Salah satu wilayah tersulit yang menjadi fokus utama evakuasi dan pengiriman pasokan harian adalah Pulau Palue di Kabupaten Sikka. Kawasan pulau terluar ini mengalami dampak kerusakan infrastruktur yang cukup parah dan sempat mengalami kelangkaan pasokan air bersih selama beberapa hari terakhir. Untuk menembus hambatan geografis tersebut, TNI mengerahkan jajaran KRI (Kapal Perang Republik Indonesia) milik TNI Angkatan Laut serta puluhan pesawat angkut taktis dan helikopter milik TNI Angkatan Udara.

“Kami mengerahkan segala sumber daya alutsista yang tersedia untuk memastikan bantuan seberat 638 ton ini sampai ke tangan para pengungsi tanpa penundaan. Fokus kami adalah daerah kepulauan terpencil dan desa pegunungan yang tidak bisa diakses lewat jalur darat, seperti Pulau Palue,” jelas Panglima TNI dalam keterangan pers berkala mengenai operasi kemanusiaan di NTT.

Di sisi lain, proses pemulihan jangka panjang juga mulai berjalan seiring dengan kedatangan Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Mendagri dilaporkan bergerak cepat di lapangan untuk memimpin langsung rapat koordinasi lintas sektor terkait penyiapan skema Pemulihan dan Rekonstruksi Pascabencana (PRR). Pemerintah pusat menargetkan perbaikan fasilitas publik utama, seperti rumah sakit lapangan, jaringan listrik, saluran air bersih, serta gedung sekolah darurat, dapat selesai dalam waktu singkat agar roda aktivitas sosial dan ekonomi warga lokal bisa kembali berjalan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau para pengungsi dan warga sekitar untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, meskipun dengan intensitas magnitudo yang terpantau terus mengecil. Tim gabungan yang terdiri dari unsur BPBD, SAR, relawan, dan TNI-Polri dipastikan akan tetap bersiaga di lapangan hingga masa tanggap darurat selesai dideklarasikan. (Red/sorotpos)


Comment