Api Membara Lagi, BPBD Jatim Gempur Gunung Arjuno Pakai Water Bombing

PASURUAN, sorotpos.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno-Welirang, Jawa Timur, dilaporkan kembali meluas dan memasuki fase krusial pada pekan ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur terpaksa mengintensifkan operasi pemadaman udara (water bombing) menggunakan helikopter PK-DAP sejak Selasa, 25 Agustus 2026, guna melokalisasi kobaran api yang membakar vegetasi pegunungan. Langkah taktis jalur udara diambil lantaran amukan api mengarah ke area tebing curam di bawah puncak yang mustahil ditembus oleh tim darat.

Kebakaran Capai 146 Hektare Akibat Cuaca Ekstrem Kemarau

Berdasarkan data teknis mutakhir dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Jatim, total luasan area yang terdampak hangus kini telah menembus angka 146,85 hektare. Sejatinya, kobaran api di wilayah pengelolaan UPT Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo ini sempat dinyatakan padam total oleh petugas beberapa hari lalu. Namun, kombinasi hembusan angin kencang khas puncak gunung dan suhu panas terik kemarau memicu bara api di akar pohon kembali menyala.

Mayoritas vegetasi yang dilaporkan lumat terbakar meliputi populasi pohon cemara gunung, hamparan alang-alang kering, serta semak belukar. Kondisi keringnya serasah hutan membuat perambatan api berlangsung sangat cepat menuju area puncak berketinggian.

Helikopter PK-DAP Guyur 8.000 Liter Air ke Titik Api

Menghadapi situasi darurat ini, posko gabungan yang berpusat di Kaliandra, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, langsung mengaktifkan status siaga penuh. Helikopter pembom air dikerahkan secara masif untuk menggempur sisa dua titik api aktif yang posisinya berada tepat di bawah lereng puncak.

Hingga tengah pekan ini, tercatat helikopter pengebom air telah menyelesaikan sedikitnya delapan sortie penerbangan udara. Operasi tersebut sukses mencurahkan total sebanyak 8.000 liter air langsung ke pusat kepulan asap.

“Kami berupaya memaksimalkan sisa waktu operasional udara hari ini agar sebaran titik api baru tidak meluas ke lembah,” tegas Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto, usai melakukan pemantauan udara langsung di atas kawasan Arjuno.

Kendala Angin Kencang dan Medan Terjal Jalur Darat

Kendati operasi udara berjalan masif, tim gabungan di lapangan mengakui proses pemadaman total menghadapi kendala alam yang sangat berat. Karakteristik cuaca di seputaran Gunung Arjuno dikenal sangat fluktuatif dan mudah berubah dalam hitungan jam. Ketika angin berembus terlalu kencang atau kabut tebal turun mendadak, helikopter terpaksa menunda penerbangan demi keselamatan kru.

Sementara itu, untuk penanganan di sektor bawah, sekitar 30 personel tim darat lintas instansi tetap bersiaga. Mereka melakukan lokalisasi api melalui Jalur Pendakian Sumber Brantas Kota Batu dan jalur Tretes Kabupaten Pasuruan. Para relawan, jajaran TNI, Polri, dan Manggala Agni membuat sekat bakar secara manual guna melindungi ekosistem hutan lindung yang belum tersentuh api.


Comment